DNA TalentaDNA Talenta

Cocok untuk usia 4–12 tahun

Kenali Anak Anda Lebih Dalam,
Mulai dari Keseharian Anak.

Jawab pertanyaan tentang keseharian si kecil, dan kami susun bakat dan minatnya, gaya belajarnya, kesiapannya masuk sekolah, serta kurikulum yang paling selaras, lengkap dengan cara mendampinginya.

Sekitar 5–7 menit
Bisa dijeda, jawaban tersimpan
Untuk anak usia 4–12 tahun

Contoh ringkasan hasil

Gaya belajar

Visual30%
Kinestetik25%

3 hal yang bisa dicoba malam ini

  1. 1. Gambarkan penjelasan Anda di kertas.

Contoh ringkasan hasil, data ilustrasi.

Yang akan Anda ketahui

  • Bakat dan minatnyaKekuatan yang paling menonjol, sampai arah minat yang bisa ia jelajahi.
  • Gaya belajarnyaVisual, auditori, baca-tulis, atau kinestetik, dan cara belajar yang paling nyaman baginya.
  • Kesiapan masuk sekolahSeberapa siap ia masuk SD atau SMP, dan bekal mana yang perlu didahulukan.
  • Kurikulum yang paling selarasKurikulum Merdeka, Montessori, Cambridge, IB, Reggio Emilia, Waldorf, dan Sekolah Alam.
  • Kepribadian dan kekuatan karakterLima sisi kepribadian dan kekuatan karakter yang paling sering ia tunjukkan.
  • Cara mendampinginyaLaporan LengkapSaran untuk orang tua, pilihan les dan kegiatan, serta rencana 4 minggu sesuai usianya.
📄 Lihat contoh laporan lengkapnya

🔬 Landasan ilmiah

Disusun dari kerangka psikologi yang diakui

Setiap bagian laporan berpijak pada riset yang bisa ditelusuri. Kami juga menyebutkan seberapa kuat bukti tiap kerangka.

  • Big Five (Five-Factor Model)Bukti kuat

    Model kepribadian paling tervalidasi secara lintas-budaya. Kuesioner yang diisi sendiri umumnya dipakai mulai remaja awal; untuk anak yang lebih muda, riset memakai penilaian orang tua atau guru, seperti cara yang dipakai di sini.

    Lihat referensi (6) ↓
    • Goldberg, L. R. (1990). An alternative description of personality: The Big-Five factor structure. Journal of Personality and Social Psychology, 59(6).
    • John, O. P., & Srivastava, S. (1999). The Big Five trait taxonomy. In Handbook of Personality.
    • Soto, C. J., John, O. P., Gosling, S. D., & Potter, J. (2008). The developmental psychometrics of Big Five self-reports. JPSP, 94(4).
    • Mervielde, I., & De Fruyt, F. (1999). Construction of the Hierarchical Personality Inventory for Children (HiPIC). In Personality Psychology in Europe, Vol. 7.
    • Halverson, C. F., et al. (2003). Personality structure as derived from parental ratings of free descriptions of children: The Inventory of Child Individual Differences. Journal of Personality, 71(6).
    • Shiner, R. L., & DeYoung, C. G. (2013). The structure of temperament and personality traits: A developmental perspective. In Oxford Handbook of Developmental Psychology.
  • VARK (Preferensi Modalitas Belajar)Bukti terbatas

    Disajikan sebagai PREFERENSI, bukan resep eksklusif. 'Meshing hypothesis' (mencocokkan pengajaran ke gaya) belum terbukti, paparan multi-modalitas tetap dianjurkan.

    Lihat referensi (2) ↓
    • Fleming, N. D., & Mills, C. (1992). Not another inventory, rather a catalyst for reflection. To Improve the Academy, 11.
    • Pashler, H., McDaniel, M., Rohrer, D., & Bjork, R. (2008). Learning styles: Concepts and evidence. Psychological Science in the Public Interest, 9(3).
  • Character Strengths (VIA)Bukti memadai

    Kerangka kekuatan karakter berbasis psikologi positif; versi anak/remaja telah dikembangkan.

    Lihat referensi (2) ↓
    • Peterson, C., & Seligman, M. E. P. (2004). Character Strengths and Virtues: A Handbook and Classification. APA/Oxford.
    • Park, N., & Peterson, C. (2006). Moral competence and character strengths among adolescents. Journal of Adolescence, 29(6).
  • Kesiapan Sekolah & PerkembanganBukti memadai

    Aspek kesiapan (kognitif, sikap belajar, sosial-emosional) merujuk literatur kesiapan sekolah. Indeks bersifat indikatif berbasis laporan orang tua, BUKAN pengganti tes terstandar (WISC/Vineland) oleh psikolog.

    Lihat referensi (3) ↓
    • Duncan, G. J., et al. (2007). School readiness and later achievement. Developmental Psychology, 43(6).
    • Sparrow, S. S., Cicchetti, D. V., & Saulnier, C. A. (2016). Vineland Adaptive Behavior Scales (3rd ed.).
    • Wechsler, D. (2014). Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC-V).
  • Penyesuaian Saran Sesuai UsiaBukti memadai

    Saran disesuaikan dengan tahap perkembangan anak: bermain dan inisiatif di usia prasekolah, rasa mampu di usia sekolah, dan dukungan otonomi menjelang remaja. Angka tidur, aktivitas fisik, dan waktu layar mengikuti panduan resmi.

    Lihat referensi (8) ↓
    • Erikson, E. H. (1963). Childhood and Society (2nd ed.). Norton.
    • Center on the Developing Child at Harvard University (2014). Enhancing and Practicing Executive Function Skills with Children from Infancy to Adolescence.
    • Ginsburg, K. R. (2007). The importance of play in promoting healthy child development. Pediatrics, 119(1).
    • Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Self-determination theory and the facilitation of intrinsic motivation. American Psychologist, 55(1).
    • Paruthi, S., et al. (2016). Recommended amount of sleep for pediatric populations. Journal of Clinical Sleep Medicine, 12(6).
    • American Academy of Pediatrics, Council on Communications and Media (2016). Media and young minds. Pediatrics, 138(5).
    • World Health Organization (2019). Guidelines on physical activity, sedentary behaviour and sleep for children under 5 years of age.
    • Bull, F. C., et al. (2020). World Health Organization 2020 guidelines on physical activity and sedentary behaviour. British Journal of Sports Medicine, 54(24).

Yang perlu Anda tahu

  • Bukan tes DNA atau genetik, dan tidak memakai sidik jari. Tidak ada sampel apa pun yang diambil; “DNA” hanya nama.
  • Diisi orang tua dari pengamatan sehari-hari. Hasilnya gambaran awal untuk refleksi dan mendampingi anak.
  • Bukan diagnosis, dan tidak menggantikan observasi maupun tes terstandar oleh psikolog.
Lihat contoh laporan lengkap